Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi Kelembagaan

PERSEPSI DAN EKSPEKTASI EKONOMI MASYARAKAT KONSUMEN : Kemungkinan Gejolak Sosial

|Artikel\ PERSEPSI DAN EKSPEKTASI EKONOMI MASYARAKAT KONSUMEN : Kemungkinan Gejolak Sosial Yuhka Sundaya April 2020, tingkat keyakinan konsumen turun. Data tersebut dapat kita akses dari hasil survey Bank Indonesia, yang dilakukan secara bulanan, namanya adalah Survey Konsumen Bank Indonesia (SKBI). Frase “keyakinan konsumen” menampilkan data terkait persepsi konsumen terhadap “kondisi ekonomi saat ini” dengan “ekspektasi” ekonominya selama 6 bulan ke depan. Istilah lain yang menjadi informasi penting dari data tersebut adalah “optimisme konsumen”. Optimisme terhadap kondisi ekonomi, pada April 2020, melemah cukup dalam dari Maret 2020. Turunnya optimisme tersebut karena persepsinya terhadap kondisi ekonomi saat ini, yaitu terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan dan barang tahan lama ( durable goods ). Turunnya tingkat keyakinan konsumen menampilkan kondisi masyarakat konsumen Indonesia yang pesimis terhadap ketersediaan lapangan kerja dan durable goods . Mereka memiliki ...

MODEL DASAR BAGI HASIL : EKSPLOITASI TENAGA KERJA DAN EFISIENSI

MODEL DASAR BAGI HASIL : EKSPLOITASI TENAGA KERJA DAN EFISIENSI Topik bagi hasil-bagi biaya merupakan fenomena yang telah diketahui secara umum. Prakteknya telah diterapkan secara luas pada beberapa aktivitas perekonomian, dan tidak hanya di negara-negara muslim saja. Topik tersebut menjadi pemikiran yang mendalam oleh pekerjaan Marshall (1920) dan Cheung (1968). Mereka mengembangkan analisa mikroekonomi dengan menginkorporasikan praktek bagi hasil. Praktek bagi hasil-bagi biaya mereka internalisasikan ke dalam model ekonomi produsen. Analisa Marshall (1920) memberikan intuisi bahwa praktek bagi hasil-bagi biaya berpotensi untuk menimbulkan gejala eksploitasi terhadap tenaga kerja dan gejala inefisiensi produksi. Karena itu, isitilah populer lain terhadap model   bagi hasil Marshall adalah Marshallian inefficiency . Sedangkan Cheung (1968), mengemukakan antitesa terhadap Marshallian inefficiency . Cheung (1968) mengemukakan bahwa praktek bagi hasil-bagi biaya tidak mengandun...