Langsung ke konten utama

Postingan

KEPATUHAN TERHADAP HUKUM, UANG, LEGITIMASI DAN TEKANAN SOSIAL

KEPATUHAN TERHADAP HUKUM, UANG, LEGITIMASI DAN TEKANAN SOSIAL Oleh Yuhka Sundaya Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Bandung Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Ikatan Alumni Universitas Islam Bandung 2009 Kualitas kepatuhan terhadap hukum (undang-undang dan peraturan pemerintah) dari setiap individu dapat menampilkan tiga kemungkinan : patuh, kurang patuh dan tidak patuh. Seorang individu akan mematuhi hukum bila ia mengetahui dan memahami isi hukumnya, menempatkan bobot moral yang lebih tinggi dibandingkan motif uang yang tersimpan dibalik pelanggaran, menilai adanya legitimasi hukum yang kuat dan adanya tekanan sosial yang kuat. Legitimasi adalah penilaian normatif individu mengenai kepantasan tindakan aparat penegak hukum untuk membatasi perilakunya. Kepatuhan akan tinggi bila individu menaruh tingkat legitimasi yang tinggi terhadap aparat penegak hukum. Pelanggaran terhadap hukum juga akan mengancam status sosialnya di masyarakat. Pelanggaran yang dilakukan o...

Kekurangan Pangan : Perlukah Koreksi Kebijakan Ekonomi ?

Kekurangan Pangan : Perlukah Koreksi Kebijakan Ekonomi ? Yuhka Sundaya Program Studi Ilmu Ekonomi Unisba Kekurangan pangan merupakan masalah ekonomi yang klasik. Fenomena kekurangan pangan selalu muncul dan nampaknya kian serius. Komoditi pangan beragam macamnya. Namun beras dan kacang-kacangan (kedelai misalnya) merupakan komoditi pangan yang banyak dipersoalkan. Ya, karena beras merupakan bahan makanan pokok dan kedelai merupakan bahan makanan olahan kesukaan orang Indonesia, misalnya tempe, tahu dan susu kedelai. Pada pihak lain, kebijakan ekonomi tidak kurang diarahkan untuk mengatasi kekurangan pangan. Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004 misalnya, masalah ketahanan pangan merupakan salah satu sasaran dari kebijakan revitalisasi pertanian. Meski perekonomian Indonesia (kita) khas dengan ciri negara agraris, namun kita masih ketergantungan dengan komoditi impor. Sekurang-kurangnya komoditi beras dan kedelai. Impor beras dan kedelai kita masih besar untuk m...

Kekurangan Pangan : Perlukah Koreksi Kebijakan Ekonomi ?

Kekurangan Pangan : Perlukah Koreksi Kebijakan Ekonomi ? Yuhka Sundaya Program Studi Ilmu Ekonomi Unisba Kekurangan pangan merupakan masalah ekonomi yang klasik. Fenomena kekurangan pangan selalu muncul dan nampaknya kian serius. Komoditi pangan beragam macamnya. Namun beras dan kacang-kacangan (kedelai misalnya) merupakan komoditi pangan yang banyak dipersoalkan. Ya, karena beras merupakan bahan makanan pokok dan kedelai merupakan bahan makanan olahan kesukaan orang Indonesia, misalnya tempe, tahu dan susu kedelai. Pada pihak lain, kebijakan ekonomi tidak kurang diarahkan untuk mengatasi kekurangan pangan. Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004 misalnya, masalah ketahanan pangan merupakan salah satu sasaran dari kebijakan revitalisasi pertanian. Meski perekonomian Indonesia (kita) khas dengan ciri negara agraris, namun kita masih ketergantungan dengan komoditi impor. Sekurang-kurangnya komoditi beras dan kedelai. Impor beras dan kedelai kita masih besar untuk m...

EKSPOR BERAS, KELEMBAGAAN DAN NASIB EKONOMI PETANI PADI

EKSPOR BERAS, KELEMBAGAAN DAN NASIB EKONOMI PETANI PADI Yuhka Sundaya Ketua Penelitian & Pengembangan Ikatan Alumni Universitas Islam Bandung Indonesia mengekspor beras. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian kita mengalami kemajuan karena mampu bersaing di pasar internasional. Dan bahkan menjadi petunjuk bahwa negara kita sudah mampu memenuhi kebutuhan domestik yang disebut dengan swasembada beras. Mustafa, Direktur Bulog, memandang bahwa upaya Bulog untuk mengekspor beras menjadi stimulus bagi peningkatan kesejahteraan petani. Petani diharapkan terangsang untuk menanam padi varietas ekspor yang menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga domestik, bahkan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksinya. Apakah harapan ini bisa terjadi ? Apa kemudian yang menjaminnya ? Tentu saja jesejahteraan yang lebih baik menjadi penantian bagi petani kita. Petani padi merupakan sentral dalam mewujudkan impian pemerintah untuk dapat bersaing di pasar beras internasional. Tanpa p...

Alasan dibalik Pengurangan Subsidi बबम : Pendugaan

Alasan dibalik Pengurangan Subsidi BBM Yuhka Sundaya Dosen Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Bandung (UNISBA) Kekuatan mahasiswa dan organisasi masyarakat (Ormas) bersatu melawan kebijakan pemerintah yang telah mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Mereka berjuang untuk membela orang-orang miskin. Praktisnya, pengurangan subsidi BBM secara langsung dapat meningkatkan harga BBM hingga 28,7 persen, lebih rendah dari tahun 2005. Secara historis, mereka memandang bahwa kenaikan harga BBM selalu memicu inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi ini kemudian menekan daya beli orang-orang miskin, karena pada saat yang bersamaan orang miskin tidak mungkin memacu pendapatannya secepat inflasi. Bukan hanya mahasiswa dan ormas yang miris dengan kebijakan pemerintah itu, lebih dari itu melalui beragam media, beberapa ahli ekonomi turut menjustifikasi alasan penolakan atas kebijakan pemerintah tersebut. Sehingga tidak menutup kemungkinan, argumentasi mereka ...

Ekonomi Produksi di Bawah Kendali Hukum

Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Bandung EKONOMI PRODUKSI DI BAWAH KENDALI HUKUM : Kasus Illegal Fishing di Indonesia Yuhka Sundaya Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Bandung Abstract. I present a conceptual model (framework) for analysis of production controlled by economic manner, with fisheries as a sample. Actually, economic activity has been working under law in every countries and every sectors, espescially in fisheries. Esentially, law is a system of rules, usually enforced through a set of institutions. In general, fisheries manager could introducing input and output controls to prevent illegal fishing, partially or simultaneousely. These need a conceptual model to explained it. Illegal fishing has been restraining the sustainable fisheries management goals. In attempt to create propositions, i have applied comparative static analysis to conceptual model. Its expressioning moderate fishermen respons to illegal fishing cont...

KEBIJAKAN EKONOMI UNTUK MEREDAM EKSTERNALITAS NEGATIF : Contoh Aplikasi

Abstrak. Essay ini menjelaskan tiga macam pemecahan masalah terhadap eksternalitas negatif. Contoh aplikasinya menyajikan masalah hipotetis antara dua pihak yang bertikai : pabrik dan pembudidaya ikan. Pembudidaya ikan menerima eksternalitas negatif berupa limbah cair yang bersumber dari kegiatan produksi pabrik. Terdapat tiga alternatif kebijakan ekonomi untuk merespon eksternalitas negatif tersebut : internalisasi, pajak dan memfungsikan pasar. Implementasi setiap alternatif kebijakan ekonomi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Analisa kebijakan ekonomi tersebut menggunakan pemrograman matematik sederhana. Solusi setiap model dalam contoh aplikasi dibantu oleh Microsoft Math. Belajar dari contoh aplikasi, alternatif kebijakan internalisasi dan memfungsikan pasar nampaknya lebih mudah dibandingkan kebijakan pajak limbah. Kata kunci : Eksternalitas negatif, kebijakan internalisasi, kebijakan pajak limbah, kebijakan memfungsikan pasar.